Beredar Video Mahasiswa Mesum Di Masjid Diarak Warga, Polisi Ingatkan Hukum Menelanjangi Pelaku

Kejadian di sebuah masjid di Tuntang, Kabupaten Semarang, membuat warga setempat geram.
Pasangan muda-mudi terekam kamera pengawas CCTV tengah melakukan hal asusila di tempat ibadah tersebut.
Keduanya ditengarai mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Salatiga.
Di media sosial dan grup Whatsapp, beredar beberapa video yang merekam suasana ricuh saat keduanya digiring warga, Jumat (13/4/2018) siang.
Dalam video itu, terlihat wanita mengenakan baju rok panjang berwarna gelap dan kerudung warna senada.
Ada pria mengenakan jaket merah gelap dan celana panjang hitam.
Video ini berdurasi 11 detik.
Tampak seorang perempuan digiring keluar masjid.
Ia berjalan tertunduk sambil menutup wajahnya.
Warga terekam bersorak gemas menyaksikan dia berjalan.
Ada beberapa warga yang berusaha mendekatinya tapi seorang polisi segera menghalangi.
 Ada pula video lain berdurasi 30 detik.
 Video itu memperlihatkan keduanya didudukkan di dalam sebuah ruangan.
 Seorang polisi berada di ruangan tersebut.
 Seorang pria berbaju putih abu-abu garis-garis menanyai si pria.
 Yang bersangkutan ditanya mengenai alamat rumah dan nama orang tua.
Pemuda itu hanya menjawab lirih.
Adapun si pemudi tertunduk malu tak berkata apa pun.
Terdengar beberapa warga mengomentari hal tersebut.
Mereka terheran-heran atas kenekatan pasangan tersebut melakukan hal tak senonoh di tempat ibadah.
Dalam video lain berdurasi 1 menit 11 detik, tampak seorang pemuda dinaikkan ke sebuah sepeda motor warna putih.
Diboncengkan seorang pria, dia meninggalkan pelataran masjid diiringi cemoohan warga.
Kemudian giliran seorang perempuan dibawa berjalan meninggalkan kerumunan warga dalam perlindungan seorang polisi.
Beberapa yang terlihat geram berusaha mendekatinya, ada pula yang berteriak-teriak, sehingga aparat berompi hijau itu menyampaikan peringatan.
"Iki kasuse podo koyok neng Jawa Timur (Kasus ini sama seperti di Jawa Timur). Menelanjangi kena hukuman 4 tahun," serunya sambil mengacungkan telunjuk kiri.
Beberapa warga pun spontan mengingatkan yang lain, "Ojo, ojo (jangan)." (*)