Bapak Tiri Rudapaksa Anaknya 13 Tahun 3 Kali, Sang Ibu Tidak Marah Karena Suami Ketiga

JAMBI - "Surat itu isinya, ia diperkosa bapak tirinya yg diketemukan dan dibaca oleh abang korban. Tetapi pada saat kita tanyakan surat kertasnya mana, udah dirobek oleh korban dan sudah dibuang. Waktu kita tanya dibuang ke mana, korban bilang entah di mana atau lupa," ujar Kapolsek VII Koto, AKP Firdon Marpaung, kepada tribunjambi.com, kemarin sore.
Ironis. Surat curahan hati seorang remaja 13 tahun berisinial RA di Tebo, yang isinya mengungkap peristiwa yang dialaminya, membikin heboh.
Remaja itu menuliskan sebuah curhatan terkait rudapaksa yang telah dialaminya selama 3 kali oleh ayah tiri berisial RA.
Tulisan itu diketahui kakak korban sehingga membuka tabir remaja itu, hingga melaporkan ke Polsek VII Koto, Rabu (7/2).
"Kemudian, karena surat itu bapak tirinya ditanya oleh abang dan paman korban apakah benar sudah berbuat memerkosa , dan ia mengakuinya," ujar Marpaung.
Dijelaskannya, remaja tersebut sebenarnya belum memahami tentang kelakukan bejat ayahnya sehingga masih menunjukan rasa sayang kepada pelaku.
"Pada waktu kita beri makan di polsek, korban memberikan makanan ke pelaku seperti tidak terjadi apa-apa. Kemudian ibunya juga tidak menujukkan rasa marah dengan alasan sudah dua kali bercerai dan pelaku merupakan suami ketiga yang baru satu tahun mereka menjadi suami istri," kata Kapolsek.